Manusia Kardus

By | December 8, 2018

Sebagian dari kita berpikir bahwa dengan membatasi ruang gerak manusia lewat aturan, prosedur, hukuman, … akan menghindarkan pekerja dari kecelakaan! Ruang gerak pekerja dibatasi dalam suatu box sehingga ndak memungkinkan pekerja untuk menyimpang di luar box tersebut. Akan tetapi kita lupa bahwa pekerja adalah manusia bukan robot yg bisa diprogram untuk mengikuti kehendak pembuat program. Otak manusia lebih rumit daripada robot dengan perintah pemrograman

Manusia cenderung berperilaku negatif atau menyimpang sudah menjadi kodratnya, orang bijak bilang nobody perfect karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.

Satu pekerja dari 12 pekerja yang mengalami kecelakaan karena perilaku menyimpang belum tentu memiliki pembeda yang dimiliki oleh 11 pekerja yang selamat! apakah 11 pekerja yg selamat tidak pernah menyimpang ? sekecil apapun itu ? sebesar apapun itu ?

Lantas apa yg menjadi pembeda antara 1 dan 11 pekerja tersebut?

One thought on “Manusia Kardus

  1. dwi pudjiarso

    Pertama: mari kita bergeser dari memperlakukan pekerja sebagai OBYEK yang diawasi (safety berbasis KONTROL), menjadi manusia yang kita LIBATkan dan BERDAYAkan (engagement dan empowerment), atau kita WONGkan ( safety berbasis CARE)

    Kedua: marilah setiap Investigasi kecelakaan JANGAN BERHENTI hanya sampai mendapatkan PERSONAL CAUSE (yang1orangdari 12 tadi), mari kita LANJUTKAN sampai menemukan COMMON CAUSE atau perilaku MASAL, yang SANGAT PASTI………ini adalah KEGAGALAN LEADERSHIP.

    TERIMAKASIH

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *