Menjaga Motivasi untuk Berperilaku Aman

By | March 11, 2017

Banyak Teori Motivasi yang berkembang di pasaran dari A – Z, hanya saya mengambil aliran Tandon Air untuk memudahkan pemahaman. Tandon Air yang sering kita lihat di rumah itu setiap hari akan berkurang airnya karena kita gunakan untuk mandi, minum, masak yang alhasil kita perlu isi lagi supaya penuh kembali. Kejadian, pemikiran, atau lingkungan negatif akan menguras tandon air kita seperti kecelakaan, macet, promosi yang tertunda, target yg tidak tercapai, project yang gagal, phk, uang hilang, tagihan tak terbayar, masalah anak di sekolah. Kejadian, pemikiran, atau lingkungan positif akan mengisi dan memenuhi tandon air yang terkuras seperti promosi, gaji naek, target tercapai, pinjaman modal, anak berprestasi di sekolah, project berhasil, ide cemerlang.

Prinsip untuk menjaga motivasi adalah setiap 1 liter air negatif yang terkuras dari tandon selalu penuhi dengan 2 liter air positif . Tidak mudah dilakukan tapi juga tidak sulit diwujudkan.

Pertanyaan berikutnya adalah apa hubungan teori di atas dengan K3 ?

Semua orang tahu bahwa mewujudkan budaya K3 diperlukan perilaku (behavior) yang aman. Setiap kecelakaan yang terjadi akan selalu disebabkan oleh dua penyebab langsung (direct cause), yaitu tindakan tidak aman (unsafe act) atau kondisi tidak aman (unsafe condition). Unsafe condition bisa kita kontrol dengan inpeksi, pengukuran, kalibrasi, perawatan karena benda mati, akan tetapi bagaimana kita melakukan kontrol terhadap unsafet act ?

Secara sederhana, Teori Motivasi diatas akan menjawab pertanyaan tersebut. Beberapa perusahaan telah menerapkan program stick and carrot, reward and punishment, dan bentuk program lain yang intinya akan memberikan hukuman bagi karyawan yang melanggar (unsafe act) dan hadiah bagi karyawan yang memenuhi (safe act). Akan tetapi masih saja terjadi kecelakaan ?

Ide dasar dari Teori Motivasi ini adalah setiap 1 tindakan tidak aman (unsafe act) yang dilakukan oleh karyawan haruslah dibalas dengan 2 tindakan aman (safe act) yang dilakukan oleh karyawan tersebut. Apabila jumlah tindakan aman (safe act) > dari jumlah tindakan tidak aman (unsafe act), maka secara otomatis akan mengurangi terjadinya kecelakaan!

– Fendy Novento –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *