Piramida Heinrich dan Pencegahan Kecelakaan

By | March 8, 2017

Piramida Heinrich adalah salah satu topik yang bukan tidak terkenal di kalangan para praktisi K3. Piramida yang dibuat oleh Herbert William Heinrich dalam bukunya “Industrial Accident Prevention, A Scientific Approach”, menyatakan bahwa ketika di suatu organisasi industri ada 1 kecelakaan yang menyebabkan kecederaan besar (major injury), akan ada 29 kecelakaan yg akan menyebabkan kecederaan ringan (minor injury), dan akan ada 300 kecelakaan yang tidak menyebabkan kecederaan (nearmiss).

Pada tahun 1969, seorang direktur di sebuah perusahaan asuransi bernama Frank E Bird, tertarik terhadap Piramida Heinrich dan melakukan studi lebih lanjut untuk melihat hubungan sebenarnya antara kecederaan dengan pelaporannya. Frank E Bird melakukan penelitian terhadap sekitar 200 perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaannya. Dia menemukan bahwa di setiap atau satu kecederaan besar/major injury (fatalitas, disabilitas, kehilangan hari kerja, kecelakaan yg membutuhkan perawatan medis), ada rasio 9.8 cedera ringan/minor injuries (hanya membutuhkan P3K), ada 30.2 rasio untuk kecelakaan berkaitan dengan kerusakan properti, dan ada 600 rasio hampir celaka (nearmiss).

Pertanyaannya adalah “apakah Piramida Heinrich atau Piramida Bird bisa digunakan sebagai acuan untuk alat pencegahan kecelakaan yang efektif?”

Dengan melihat piramida rasio Heinrich ataupun Frank Bird yang pada dasarnya menunjukkan bahwa kecelakaan disebabkan karena tindakan tidak aman, banyak orang/praktisi K3/manajemen perusahaan yang beranggapan bahwa untuk mengurangi kecelakaan di suatu perusahaan adalah dengan cara mengurangi frekuensi kecelakaan yang jumlahnya/rasionya paling besar dan berada di bagian bawah piramida (hampir celaka/nearmiss). Dianggap bahwa dengan mengurangi jumlah hampir celaka/nearmiss yang merupakan awal dari kecelakaan karena tindakan tidak aman, maka kita bisa mengurangi jumlah kecelakaan di piramida diatasnya dan dengan harapan akhirnya kita bisa mencegah atau menghilangkan piramida teratas yang merupakan kecederaan berat termasuk fatalitas.

Pada kenyataannya dilihat dari statistik kecederaan yang sebenarnya, statistik tersebut menunjukkan hal berlawanan dengan piramida Heinrich/piramida Bird tersebut. Banyak perusahaan yang mencoba mengurangi tingkat kecederaan dengan mengurangi jumlah hampir celaka/nearmiss, berpatokan pada piramida tersebut, dan berhasil mengurangi kecelakaan pada piramida bawah dan tengah tapi kecelakaan pada piramida bagian atas tetap tidak berkurang.

Perusahaan-perusahaan yang berusaha mengurangi kecederaan hanya dengan berdasar pada statistik biasanya tidak melihat penyebab sebenarnya dari kecederaan tersebut, hanya melihat siapa, apa, dan dimana kecelakaan tersebut terjadi. Dan kadang ada ketidak-akuratan tentang pelaporan kecelakaan yang terjadi. Disitulah letak kelemahan dari penggunaan statistik. Kecelakaan yang sama mungkin berasal dari penyebab yang berbeda. Program pencegahan kecelakaan yang efektif bisa dilakukan dengan berfokus pada setiap elemen/tingkatan kecelakaan di piramida tersebut untuk mengidentifikasi bahaya dan resiko untuk selanjutnya melakukan aplikasi kontrol. Resiko adalah sesuatu yang sangat rumit, tidak cukup hanya direpresentasikan dengan statistik. Penyebab kecelakaan yang lebih besar/major injury tidak sesederhana kecelakaan yang lebih kecil/minor injury. Proses HIRADC dan investigasi insiden, yang menyeluruh dan akurat adalah beberapa cara untuk pencegahan kecelakaan yang efektif yang kemudian proses tersebut disusul dengan perencanaan program, seperti review dan revisi SOP atau pelaksanaan training.

Sebagai kesimpulan, piramida Heinrich/piramida Bird bisa digunakan sebagai gambaran yang baik tentang rasio kecelakaan yang ada di dalam suatu organisasi perusahaan jika data atau laporan kecelakaan dipertahankan akurasinya. Program pencegahan kecelakaan bisa efektif jika kita bisa melihat penyebab kecelakaan per kecelakaan dari setiap elemen/tingkatan di piramida tersebut, sebagai acuan untuk penentuan kontrolnya.

– Rendy Endrawan –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *